Dilepas Abu Sayyaf, Dokter Jerman Tiba di Gedung Kedutaan

VIVAnews - Nasib dokter Jerman, Stefan Viktor Okonek dan pasangannya, Henrike Dielen, berakhir manis usai disandera oleh kelompok pemberontak Filipina, Abu Sayyaf selama enam bulan. Mereka dibebaskan pada Jumat kemarin dan hari ini diserahkan kepada pejabat Kedutaan Besar Jerman di Manila. Kantor berita Jerman, Deutsche Welle, edisi Sabtu, 18 Oktober 2014 melansir, foto penyerahan keduanya dirilis ke publik. Dalam foto itu terlihat Okonek dan pasangannya disambut oleh staf Kedutaan Besar Jerman di pangkalan udara di Manila. Pesta penyambutan sengaja digelar oleh utusan khusus yang dikirim Pemerintah Jerman untuk mengawasi proses pembebasan pasangan itu. BBC melansir mereka dibebaskan di Pulau Jolo yang berlokasi sekitar 960 kilometer dari selatan Manila.Menurut keterangan Mayor Jenderal Filipina, Domingo Tutaaan, pasangan tersebut kemungkinan masih lelah dan tertekan. "Namun, kini mereka telah berada di tangan yang aman," ujar Tutaaan. Dia menambahkan, keduanya telah berulang kali diancam oleh Abu Sayyaf akan dibunuh. Warga Jerman itu juga menjelaskan selama disandera, hidup mereka bagai di neraka. Menurut juru bicara kelompok militan itu, Abu Rami, kedua sandera bisa dibebaskan karena uang tebusan yang mereka tuntut senilai 250 juta Peso atau Rp68 miliar telah dibayarkan seluruhnya. Namun, pernyataan itu tidak dikonfirmasi oleh otoritas Jerman di Filipina atau Pemerintah Filipina sendiri. Namun, seandainya pengakuan Rami benar, maka ini akan menjadi pembayaran uang tebusan terbesar yang pernah dibayarkan kepada Abu Sayyaf sejak tahun 2000 lalu. Saat itu, kelompok tersebut menerima uang tebusan senilai US$1 juta atau Rp untuk setiap 21 pekerja dan turis yang diculik dari sebuah resor mewah di Malaysia. Abu Sayyaf mengancam jika uang tebusan bagi warga Jerman itu tidak dibayar hingga pukul 17.00 waktu setempat, maka keduanya akan dipenggal. Selain itu, Abu Sayyaf juga meminta kepada Pemerintah Jerman untuk menghentikan dukungannya kepada militer Amerika Serikat yang melakukan serangan udara kepada kelompok Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS). Okonek dan Dielen ditangkap Abu Sayyaf ketika tengah berlayar di Pulau Palawan pada 25 April lalu.Sementara, menurut analis pembayaran uang tebusan itu malah akan memicu terjadinya aksi penculikan yang lain. Menurut analis politik dan pertahanan, pembayaran uang tebusan justru malah menguntungkan Abu Sayyaf. "Ini merupakan sebuah sinyal buruk, karena Anda mengatakan kepada mereka aksi penculikan merupakan jalan tercepat untuk memperoleh uang," ujar Carlos. Jika itu yang terjadi, maka hal tersebut juga akan berdampak terhadap keamanan di Filipina. Abu Sayyaf dibentuk tahun 1990 silam. Kelompok itu dituding sebagai biang keladi beberapa aksi pengeboman mematikan, penculikan dan penyerangan terhadap pasukan Pemerintah Filipina. Salah satu aksi mematikan yang pernah mereka lakukan terjadi tahun 2004 lalu. Saat itu Abu Sayyaf mengebom sebuah kapal feri, Superferry 14, yang tengah berlayar menuju ke Bacolod. Saat tengah berlayar bom meledak dan menewaskan 116 penumpang dari 900 orang yang diangkut. Pasukan khusus AS telah berada di selatan Filipina selama 12 tahun terakhir untuk membantu melatih militer negara itu agar mampu melawan Abu Sayyaf. Kelompok itu diduga masih menawan 13 sandera, di mana 5 di antaranya adalah warga asing.

© VIVA.co.id


View the original article here

Penulis : Rin Kun ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Dilepas Abu Sayyaf, Dokter Jerman Tiba di Gedung Kedutaan ini dipublish oleh Rin Kun pada hari Sunday, October 19, 2014. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Dilepas Abu Sayyaf, Dokter Jerman Tiba di Gedung Kedutaan
 

0 comments:

Post a Comment