GSK merupakan salah satu perusahaan farmasi besar yang mempercepat usaha pembuatan vaksin, seiring meningkatnya kekhawatiran dunia pada epidemi ebola yang hingga kini sudah mengakibatkan sedikitnya 4.500 orang meninggal dan lebih dari 9.000 orang terinfeksi.
Ada beberapa jenis vaksin yang sedang diuji saat ini. Dikutip dari laman BBC, Sabtu 18 Oktober 2014, Badan Kesehatan Publik Kanada telah mulai menguji vaksin pada manusia, dan Rusia berencana melakukan langkah yang sama.
Di laboratorium penelitian vaksin milik GSK dekat kota Brussel, pengujian vaksin yang dalam kondisi normal dibutuhkan waktu hingga 10 tahun, kini akan dipercepat menjadi hanya 12 bulan.
Seorang sukarelawan, Nick Owen, telah disuntik dengan vaksin sejak dua pekan lalu dan akan menjalani pemeriksaan rutin hingga enam bulan mendatang. Owen mengatakan, dia bersedia menjadi sukarelawan demi membantu banyak orang. "Ini seperti pengorbanan kecil," katanya.
Pada awal 2015, GSK berharap akan tersedia 20 ribu dosis vaksin untuk diuji cobakan pada para pekerja kesehatan. Saat wabah ebola pertama kali diumumkan, Maret, GSK berdiskusi dengan WHO tentang percepatan pengembangan vaksin.
Tetapi, WHO dan GSK akhirnya memutuskan tidak melakukannya. Setelah tujuh bulan, di mana penyebaran virus sudah tidak terkendali, akhirnya diputuskan untuk melakukan percepatan, dan Ballou mengatakan semestinya itu dilakukan lebih awal.
Walau begitu, Ballou menyebut tidak perlu ada saling tuding terkait hal itu. Menurutnya, kini dibutuhkan waktu untuk mengakses semua data terkait dosis yang tepat dan berapa lama vaksin akan efektif. Sehingga, vaksin baru dapat dipastikan tersedia pada 2016. (asp)
View the original article here

0 comments:
Post a Comment