Pada laga babak delapan besar yang dihelat, Jumat (17/10) malam WIB, Hendra/Ahsan takluk lewat pertarungan rubber game, 21-17, 19-21, dan 11-21.
Kekalahan ini boleh dibilang mengejutkan mengingat Hendra/Ahsan adalah unggulan kedua di turnamen ini dan pernah mengalahkan Fu/Zhang di All England lalu denga dua game langsung.
Apalagi Hendra/Ahsan datang ke turnamen ini dengan motivasi tinggi usai meraih medali emas di Asian Games lalu. Maka itu kelelahan bukan jadi alasan keduanya kalah di pertandingan kali ini mengingat lawan juga baru tampil di tempat yang sama.
"Saya merasa hari ini mainnya kurang enak, kalau terima smash pasti pengembaliannya mengambang terus, jadi enak untuk lawan, mereka gampang menyerang balik," ujar Hendra kepada Badmintonindonesia.org.
"Kali ini kami merasa kalah tenaga, tapi kalau dibilang capek setelah Asian Games juga tidak. Lawan kami kan juga capek habis ikut Asian Games, jadi tidak bisa dijadikan alasan," sambungnya.
"Kalau dibandingkan pertemuan sebelumnya sih mereka mainnya sama saja, cuma kami kali ini kalah kuat. Sebetulnya yang sayang itu di game kedua, kami sudah unggul malah tersusul dan kalah. Fu/Zhang punya pertahanan yang bagus, mereka tidak mudah dimatikan," timpal Ahsan.
(mrp/mrp)View the original article here

0 comments:
Post a Comment