Pages

Sunday, October 19, 2014

Menteri Jepang Akan Mundur karena Skandal Keuangan

VIVAnews - Yuko Obuchi yang belum lama menjabat menteri perdagangan dan industri Jepang akan mengundurkan diri, setelah laporan skandal keuangan yang melibatkan kelompok pendukungnya.

Dilansir Nikkei, Sabtu 18 Oktober, ibu dua anak itu disebut telah mengatakan pada orang-orang terdekat Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe, Jumat 17 Oktober kemarin bahwa dia akan mendiskusikan rencana mundurnya, saat Abe kembali dari pertemuan Asia-Eropa di Italia, Sabtu.

Obuchi yang sempat diunggulkan untuk menjadi PM perempuan Jepang di masa depan, menyampaikan permintaan maaf di parlemen pada Kamis 16 Oktober 2014, terkait laporan penyalahgunaan dana yang melanggar undang-undang pemilu.

Obuchi telah menginvestigasi dugaan penyalahgunaan dana. Hingga saat ini, tidak ada penjelasan yang meyakinkan, namun ia mengatakan bakal mengambil alih tanggung jawab atas skandal yang terjadi.

Juru bicara kementerian ekonomi, perdagangan dan industri yang dikutip Reuters, hari ini, mengatakan tidak tahu tentang rencana pengunduran diri Obuchi yang baru menjabat sejak dua bulan lalu.

Dia merupakan, satu dari lima perempuan yang dipilih Abe dalam perombakan kabinet, dan diharap bisa memperkuat popularitasnya dengan memperlihatkan komitmen untuk memberikan akses lebih besar bagi perempuan di pemerintahan.

"Saya minta maaf dari hati yang paling dalam atas persoalan yang tercipta dari masalah pribadi Saya," kata Obuchi, Kamis, untuk menjawab pertanyaan di parlemen yang dikutip Reuters.

Majalah mingguan Jepang, Shukan Shincho, melaporkan bahwa dua kelompok politik pendukung Obuchi menghabiskan sekitar 26 juta yen, atau hampir Rp 3 miliar untuk tiket teater, bagi para pendukung Obuchi pada 2010 dan 2011.

Sementara itu, surat kabar Mainichi, menyebut penggunaan dana sebesar 3,6 juta yen sejak 2008, untuk toko pakaian milik suami saudara perempuan Obuchi, serta kantor desain milik saudara perempuannya.

Obuchi mengatakan yakin para pendukungnya membayar sendiri tiket teater, namun tidak tahu jika itu akan menjadi sebuah pelanggaran, apabila kelompok pendukungnya memberikan tambahan pembayaran.

Mundurnya Obuchi akan menjadi tekanan bagi Abe, yang saat ini didukung koalisi mayoritas di parlemen. Saat pertama kali berhasil menjabat sebagai PM pada 2006-2007, pemerintahannya juga diterpa skandal yang melibatkan beberapa anggota kabinetnya.

Saat Abe kembali berkuasa, Desember 2012, kabinet pertamanya relatif bebas dari skandal. (asp)


View the original article here

No comments:

Post a Comment