Pada Sabtu 18 Oktober 2014, Dirut PT KAI (Persero), Ignasius Jonan, mengatakan bahwa kereta ini sempat dihentikan operasinya pada 2006. Tapi, mulai hari ini, kereta kembali diaktifkan.
"Meskipun KA Jayabaya tergolong kelas ekonomi, fasilitasnya lebih lengkap karena sebagian keretanya didesain untuk penyandang cacat. Ada juga AC dan stop kontak di setiap tempat duduk," kata Jonan dalam peluncuran KA Jayabaya di Stasiun Pasar Senen, Jakarta.
Jonan juga mengklaim jarak tempuh KA Jayabaya relatif singkat karena menggunakan lintas utara yang sudah ada jalur lintas ganda (double track). Rangkaian ini memiliki 80 seat biasa dan 64 seat untuk penumpang berkebutuhan khusus. Jumlah ini lebih sedikit daripada jumlah tempat duduk KA ekonomi biasa yang setiap gerbongnya sebanyak 106 seat.
"Rangkaian KA Jayabaya menggunakan rangkaian baru dengan jarak antar tempat duduk yang relatif lebih luas daripada KA Ekonomi biasa," kata dia.
Kereta ini akan melayani penumpang dengan jadwal Stasiun Pasar Senen (12.15)- Stasiun Malang (02.00 WIB) dan Stasiun Malang (10.45) - Stasiun Pasar Senen (00.23 WIB). Adapun stasiun yang akan disinggahi KA Jayabaya adalah Malang, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Bojonegoro, Cepu, Randublatung, Ngrombo, Semarang Tawang, Pekalongan, Tegal, Cirebon dan Pasar Senen.
Sementara untuk tarif, KA Jayabaya tanpa subsidi ini menerapkan tarif batas atas (TBA) dan tarfi batas bawah (TBB) sebagai berikut. Untuk TBA, Malang - Jakarta atau sebaliknya Rp400 ribu. Untuk TBB, jurusan Malang - Jakarta atau sebaliknya, Rp190 ribu.
"Pada tiga hari pertama sejak diresmikan, terhitung 18 - 20 Oktober 2014, kami akan memberlakukan tarif promo 50 persen."
Bukan hanya itu, PT Reska Multi Usaha sebagai pengeloa restorasi KA Jayabaya yang mengelola layanan makanan dan minuman juga memberikan promo diskon 25 persen spesial selama periode 18-20 Oktober 2014.
View the original article here
0 comments:
Post a Comment