Pages

Sunday, October 19, 2014

Rusia Janji Bantu Berikan Akses ke Tim Investigasi MH17

VIVAnews - Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop pada Jumat kemarin menggelar pertemuan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin di sela KTT Asia Eropa pada Jumat kemarin. Dalam pembicaraan tersebut, Putin berjanji kepada Bishop akan menggunakan pengaruhnya ke kelompok pemberontak Ukraina agar tim penyidik diberi akses ke lokasi jatuhnya Malaysia Airlines M17.Kantor berita Australia, ABC News hari ini melansir pernyataan Bishop yang menyebut tim investigasi membutuhkan kesempatan sekali lagi untuk bisa berkunjung ke lokasi itu yang berada di Desa Grabovo, timur Ukraina. Usai melakukan pertemuan selama 25 menit itu, Bishop diberi jaminan akan membantu memfasilitasi tim investigasi ke Ukraina. Namun, tidak ada keterangan waktu kapan Putin akan memberikan akses tersebut."Saya berdiskusi secara mendetail dengan dia. Saya sampaikan kekhawatiran kami mengenai insiden jatuhnya Malaysia Airlines," tutur Bishop. Putin mengatakan, imbuh Bishop, dia akan menyampaikan kepada kelompok separatis untuk memberikan akses. Mantan Perdana Menteri Rusia itu juga sepakat akan bekerja sama secara penuh dalam proses penyelidikan untuk mencari tahu penyebab jatuhnya pesawat. Bishop kembali menyinggung isu ini, karena tim investigasi yang berasal dari Australia, Belanda dan Malaysia merasa perlu untuk kembali lagi ke lokasi jatuhnya MH17. Sementara, saat awal pekan ini mereka mencobanya, niat itu urung dilakukan, karena masih terjadi peperangan antara kelompok separatis dengan militer Ukraina. "Otoritas Belanda, Malaysia dan Australia meyakini satu kali kunjungan ke tempat yang secara spesifik dituju sangat mendesak untuk dilakukan. Namun, hal itu masih belum aman dilakukan. Memang ada gencatan senjata, tetapi tidak ada bukti bahwa hal itu dilakukan di lapangan," papar Bishop. Perwakilan Australia mengatakan, ujar Bishop, masih belum aman untuk kembali ke timur Ukraina. Permasalahannya, kata dia, sebentar lagi Ukraina akan memasuki musim dingin dan situasi itu akan semakin mempersulit tim investigasi. Bishop menyebut dalam kunjungan nanti, tim investigasi akan turut membawa ahli forensik untuk memeriksa detail puing-puing pesawat. Mereka juga akan memastikan jika masih ada sisa jenazah di sana. Permintaan ini sebenarnya telah diajukan Bishop ketika bertemu dengan Menlu Rusia, Sergei Lavrov, di pertemuan tingkat tinggi Asia Eropa tersebut. Dia mengaku frustasi, karena situasi di lapangan tidak sesuai seperti apa yang dijanjikan saat kesepakatan gencatan senjata diteken. "Hal tersebut sangat membuat kami frustasi karena di lapangan kelompok separatis Ukraina dari waktu ke waktu telah menutup akses ke sana. Sementara, Rusia mengatakan di area internasional kesepakatan terkadang tidak selalu sejalan dengan apa yang terjadi di lapangan," ujar dia. Pertemuan Bishop dengan Putin yang berlangsung konstruktif seolah mematahkan niat Perdana Menteri Tony Abbott yang menyebut akan mengkonfrontir secara langsung Presiden Rusia tersebut saat bertemu di KTT G20 November mendatang. Kepada Bishop, Putin juga memastikan kehadirannya dalam di Brisbane pada 15 November 2014.

© VIVA.co.id


View the original article here

No comments:

Post a Comment