Dikutip dari laman Reuters, Sabtu 18 Oktober 2014, Direktur Rumah Sakit Penyakit Tropis, Jorge Perez mengatakan ratusan dokter Kuba akan bekerja dengan siapa pun yang berada di lapangan. "Kenapa tidak, jika kami adalah ilmuwan? Untuk persoalan ini kami ada teman," ujar Perez.
Kerja sama penanganan ebola itu diharap dapat memperbaiki hubungan bilateral Kuba dan AS yang telah sejak lama berseteru. Saat ini, Kuba merupakan pengirim tenaga profesional medis terbanyak dengan 165 dokter sudah berada di Sierra Leone.
Kuba juga akan mengirimkan lagi 296 dokter ke Liberia dan Guinea, pekan depan. Sementara itu, AS mengirimkan 3.000 personil militer dan tenaga medis ke Afrika Barat.
Para dokter Kuba telah melakukan pelatihan penanganan ebola selama tiga pekan di Institut Pengobatan Penyakit Tropis Pedro Kouri di luar kota Havana, di mana mereka membuat tenda-tenda rumah sakit darurat sebagai simulasi kondisi di Afrika Barat.
Kuba dan AS juga pernah bekerja sama dalam penanganan bencana gempa bumi di Haiti pada 2010. Pada Jumat, Menteri Luar Negeri John Kerry menyampaikan pujian atas usaha Kuba untuk membantu negara-negara di Afrika Barat menangani ebola.
"Kita melihat negara besar dan kecil melakukan cara yang impresif untuk berkontribusi di garis depan. Kuba, negara dengan populasi hanya 11 juta jiwa, mengirimkan 165 profesional media dan akan mengirim 300 lainnya," kata Kerry.
Kuba terkenal memiliki banyak tenaga-tenaga profesional medis yang handal. Lebih dari 50.000 tenaga medis Kuba tersebar di 66 Negara. Selain untuk diplomasi, Kuba juga mengirimkan dokter-dokternya ke sejumlah negara untuk ditukar dengan uang atau barang seperti minyak di Venezuela. (asp)
© VIVA.co.id
View the original article here

0 comments:
Post a Comment