Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto mengatakan, tol laut yang dimaksud Jokowi memiliki konsep yang sama dengan Pendulum Nusantara yang telah disiapkan oleh Pelindo I, II, III dan IV.
"Inti dari konsep tol laut dan Pendulum Nusantara adalah meningkatkan konektivitas antar wilayah di Indonesia, dengan mengoptimalkan peran pelabuhan," ujar Djarwo Surjanto, saat menjadi pembicara di Forum Komunikasi Dewan Komisaris PT Pelindo dengan tema Peran Tol Laut dalam Mengembangkan Ekonomi Indonesia melalui Poros Maritim Dunia, di Bali, Jumat 17 Oktober 2014.
Lanjut Djarwo, konsep tol laut akan mewujudkan pemerataan arus dan distribusi logistik yang selama ini hanya berpusat di wilayah tertentu.
Sebelumnya, karena kurangnya konektivitas jalur logistik, membuat Indonesia? berada di peringkat 53 dunia, berada jauh di bawah Singapura yang diposisi lima, Malaysia di posisi 25, dan Thailand di posisi 35.
Guna mendongkrak itu, Pelindo I, II, III dan IV dengan konsep Pendulum Nusantara, mulai menggabungkan Pelabuhan Belawan di Medan, Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Makassar dan Pelabuhan Sorong Papua dengan kualitas layanan dan tarif layanan yang sama.
"Itu mulai terwujud. Pelindo III telah meningkatkan kapasitas layanan. Di Tanjung Perak, telah dibangun Terminal Teluk Lamong, Java Integrated Industri and Port Estate (JIIPE), serta merevitalisasi Alur Pelayaran Barat Surabaya," urai Djarwo.
?Kesiapan sesuai harapan Jokowi soal tol laut pun sudah terlihat. Terbukti dengan selesainya pembangunan Terminal Penumpang Gapura Nusantara, Terminal Teluk Lamong (untuk barang), areal industri di Manyar Gresik seluas 1.500 hektare dan pekerjaan pendalaman APBS yang mencapai 40 persen, dari kedalaman awal sembilan meter nantinya menjadi 13 meter.
Menyambut itu, Andrinof Chaniago, Analis Kebijakan Publik yang juga menjadi pemateri memberikan apresiasi dengan capaian Pelindo. Pihaknya, minta itu menjadi contoh bagi BUMN lain untuk mewujudkan cita-cita pemerintah mempercepat kemajuan menuju Indonesia yang maju, dibarengi dengan pemerataan tanpa penyimpangan.
"Ini bisa menjadi alasan. Ke depan nanti, Pak Jokowi akan berbicara tentang tol laut di Terminal Peti Kemas," kata Andrinof.
Sebagai Negara Maritim, katanya, ?Tanjung Perak telah membuktikan mulai membenahi terminal penumpang kapal laut. "Sebagai negara maritim, layanan penumpang memang tidak boleh terabaikan," tegasnya.
Sebagai negara maritim, tol laut merupakan poros penting. Tujuannya, mewujudkan pemerataan pembangunan, dan menghilangkan ketimpangan ekonomi. (asp)
No comments:
Post a Comment