"Suatu hari BND datang ke kantor Saya Frankfurter Allgemeine Zeitung (FAZ) di Frankfurt. Mereka memberi Saya sebuah artikel tentang Libia dan Muammar Kadhafi. Mereka hanya ingin Saya menerbitkan artikel itu dengan nama Saya," kata Udo yang dikutip RT, Sabtu 18 Oktober.
Isi artikel, kata Udo, adalah tentang Kadhafi berusaha membuat sebuah pabrik gas beracun rahasia. Artikel propaganda hasil rekayasa itu kemudian tersebar ke seluruh dunia dua hari kemudian. Di dalam bukunya Udo menyatakan penyesalan dan merasa malu atas apa yang dilakukannya di masa lalu.
FAZ merupakan salah satu surat kabar terbesar di Jerman, sehingga artikel yang diterbitkannya dapat dengan mudah disebar dan diklaim sebagai laporan yang bernilai untuk menghancurkan citra Kadhafi, yang akhirnya dibunuh dalam gerakan pemberontakan Libia yang didukung Barat.
"Itu tidak benar, apa yang Saya lakukan untuk memanipulasi orang, membuat propaganda. Juga tidak benar apa yang kolega Saya lakukan di masa lalu karena mereka disuap untuk mengkhianati orang-orang, bukan hanya di Jerman tapi di seluruh Eropa," katanya
Udo menambahkan, dirinya menjadi jurnalis selama 25 tahun dan selama itu dididik untuk berbohong, untuk tidak mengatakan yang sebenarnya pada publik. Dia mengaku disuap oleh AS untuk tidak menyampaikan fakta yang sebenarnya.
"Saya diundang untuk melakukan perjalanan ke AS. Mereka membayari semua pengeluaran. Saya menjadi warga kehormatan di Oklahoma hanya karena Saya menulis artikel pro-Amerika. Saya disokong oleh CIA, membantu mereka dalam beberapa situasi dan Saya malu untuk itu," ujarnya.
Udo mengatakan banyak jurnalis lain yang terlibat dalam praktek itu. Sebagian besar jurnalis di negara-negara Barat, kata dia, mengklaim diri mereka sebagai jurnalis dan mungkin begitu. Tapi banyak dari mereka seperti dirinya, menjadi orang yang bekerja untuk agen intelijen.
Para jurnalis yang dipilih untuk itu biasanya berasal dari perusahaan media besar. Hubungan dengan agen intelijen bermula dari persahabatan. "Mereka memainkan ego anda. Membuat anda merasa sebagai orang yang penting. Lalu suatu hari mereka akan bertanya apakah anda mau membantu mereka," tutur Udo.
View the original article here
0 comments:
Post a Comment