"Saya dapat SMS dari Vice President Freeport yang menangani lapangan Pak Nur Hadi, bahwa yang merumahkan diri (mogok kerja) itu 3.000 orang," kata Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM R. Sukhyar ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (29/10/2014).
Sukhyar mengungkapkan, akibat mogok kerja tersebut, produksi emas dan konsentrat tembaga Freeport turun 30%.
"Produksi normal Freeport mencapai 1,8 juta ton per hari, akibat mogok kerja, produksi hanya 70% produksi normal," ungkapnya.
Sukhyar mengatakan, untuk menyelesaikan masalah tersebut, semua pihal yang berkepentingan harus duduk bersama.
"Buruh, manajemen dan pemerintah harus sama-sama duduk, pendekatannya secara personal juga dilakukan, ini ampuh juga karena kadang mereka tidak paham kenapa harus mogok kerja. Tuntutan mereka sangat besar sekali," tutupnya.
Belum diketahui dengan jelas alasan dari aksi pemogokan karyawan Freeport ini. Namun, berkembang kabar, mogok terjadi sebagai buntut kecelakaan kerja yang terakhir terjadi. Karyawan menganggap kecelakaan itu akibat kelalaian kelalaian manajemen dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP).
(rrd/dnl)Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!
View the original article here
This post was made using the Auto Blogging Software from WebMagnates.org This line will not appear when posts are made after activating the software to full version.
0 comments:
Post a Comment