"Wamen sementara itu penilaian kita yang mungkin diperlukan adalah di Kemenlu," ucap Jokowi saat mengumumkan jumlah Kementerian, September silam.
Mardiasmo ditunjuk sebagai wamenkeu mendampingi Bambang Brodjonegoro yang dipercaya menduduki jabatan Menteri Keuangan. Bambang pernah mengatakan keberadaan Wakil Menteri memang sangat diperlukan. Namun, fungsi wamen hanya untuk beberapa kementerian yang besar dan punya hubungan eksternal luas.
"Ada tidaknya wamen terserah Presiden tetapi beberapa menteri memang bebannya berat. Menkeu banyak sekali diundang DPR, menko, dan pertemuan internasional," tutur Bambang pada Metrotvnews.com melalui pesan singkat kala itu.
Sementara, bagi Mardiasmo, lingkungan Kementerian Keuangan bukanlah tempat yang asing, karena dia pernah bekerja di tempat tersebut. Mardiasmo pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu, sebelum akhirnya dia diangkat sebagai Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada pertengahan tahun 2010 silam. Selain itu, Mardiasmo juga merupakan Ketua Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (DPN-IAI).
Mardiasmo lahir di Surakarta, 10 Mei 1958. Dia kuliah di jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi UGM pada 1977-1981. Dia lalu meneruskan studinya pada 1998-1989 di University of Bridgeport, Connecticut, United States of America, dan berhasil menyabet gelar Master of Business Administration (MBA). Kemudian melanjutkan studi Doktornya pada 1995-1999 di Birmingham University, Inggris.
WID
View the original article here
This post was made using the Auto Blogging Software from WebMagnates.org This line will not appear when posts are made after activating the software to full version.
0 comments:
Post a Comment